CubeSats, Satelit Berukuran Mini Serbaguna

Jika selama ini kita mengetahui dan sering melihat satelit-satelit negara maupun komersil yang sudah diluncurkan di orbit bumi memiliki ukuran yang besar, maka soal ukuran menjadi kelebihan dan pembeda satelit kecil yang satu ini dengan kebanyakan satelit lainnya. satelit berukuran kecil ini dinamakan CubeSats, satelit ini mempunyai bentuk kubus yang membuatnya menjadi satelit terkecil yang siap untuk mengudara di orbit Bumi.

CubeSats direncanakan siap meluncur pada akhir tahun 2015 atau paling lambat pada tahun 2016 mendatang setelah sebelumnya satelit mini ini telah lulus serangkaian ujicoba. Sistem propulsi satelit ini akan menggantikan satelit-satelit besar yang ada di antariksa. Satelit ini diklaim lebih sederhana, lebih murah, dan merupakan inovasi baru.


CubeSats memang ditujukan bagi kalangan ingin mengeksplorasi luar angkasa namun mempunyai kendala dengan dana yang terbatas. Pada sebuah komentar, Paulo Lozano, mahasiswa dari Massachusetts Institute of Technology mengungkapkan, bentuk satelit yang mungil serta efisien dapat membantu para mahasiswa untuk melakukan penelitian program luar angkasa mereka.

Satelit kecil ini tidak akan terbang sendiri, akan ada 10 jenis satelit serupa yang bakal terbang bersama. Setelah berada di orbit Bumi, satelit ini dapat melakukan tugas-tugas seperti satelit besar lainnya, seperti melakukan berbagai penelitian, mengamati iklim cuaca, menganalisa benda luar angkasa, bahkan mencari planet baru pun bisa dilakukan satelit mungil ini.

Sayangnya, satelit kecil ini  tidak dapat kembali lagi ke permukaan bumi. Ini berarti, CubeSats akan menjadi sampah antariksa jika sudah tidak digunakan lagi. walaupun begitu, manfaat dari satelit kecil ini sangat besar untuk eksplorasi luar angkasa.